Nasib Alam di Tangan Manusia

Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal dan pikiran, namun keruskan terbesar di bumi ini dilakukan oleh mereka. Terkadang mereka melindungi dan melestarikannya, tapi semua itu ada maksud tertentu. tidakkah mereka berpikir bahwa alam itu sangat baik kepada manusia, tetapi manusia selalu saja merusaknya demi kebutuhan dan kepuasan mereka.

Untuk mengatasi kerusakan yang terus terjadi dibentuklah undang-undang, tapi apa kerusakan alam menjadi berkurang…???

Alam juga dimanfaatkan untuk kemaslahatan hidup manusia, tapi kenapa harus mengeluarkan biaya besar. contohnya air. Air minum saja harus di beli. Bukankan sudah di atur oleh UUD pasa 33 ayat 3 bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. tapi apa kenyataannya…???

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, tapi kenapa rakyatnya masih belum makmur dan kemiskinan, kelaparan masih banyak. Apakah yang salah disini, manusianya kah atau sistemnya kah…????

Karena manusia memiliki akal dan pikiran seharusnya manusia dapat mencari solusinya, tapi manusia hanya memikirkan janngka pendeknya saja untuk memenuhi kepuasaanya sendiri. tanap memikirkan apa yang terjadi nantinya, dan bagaimana nasib anak cucunya nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s